Ternyata Kisah Cinta Ibumu Zaman Dulu Bisa Mempengaruhi Hubunganmu yang Sekarang. Ini Menurut Peneli

ternyata-kisah-cinta-ibumu-zaman-dulu-bisa-mempengaruhi-hubunganmu-yang-sekarang-ini-menurut-penelitian-lho ternyata-kisah-cinta-ibumu-zaman-dulu-bisa-mempengaruhi-hubunganmu-yang-sekarang-ini-menurut-penelitian-lho

Ada berlimpah hal yang turut mempengaruhi pola hubungan seseorang. Bisa karena lingkungan, kebiasaan pasangan, atau pengalaman setelah sebagian giliran menjalani hubungan. Selain itu ada satu lagi nih hal yang juga turut mempengaruhi hubunganmu sekarang, yaitu kisah cinta ibumu zaman dulu. Nggak percaya? Yuk simak dulu penjelasan yang dirangkum Hipwee dari sebagian penelitian ini.

1. Beberapa sifat ibu akan diwariskan ke kamu melantasi gen. Dari pewarisan sifat inilah pola hubunganmu punya kemungkinan mirip dengan hubungan ibumu dulu

Menurut Claire Kamp Dush, peneliti tentang Human Sciences and Sociology di Ohio State University menyebutkan bahwa seorang ibu mampu mewariskan jumlah sifat keatas anak-anaknya. Pewarisan sifat ini bukan tetapi dalam bentuk yang bisa dilihat atau secara fisik saja, tapi juga sifatnya demi manusia. Nah dalam penelitian ini juga disebutkan bahwa sifat-sifat yang diturunkan tersebut dapat mempengaruhimu dalam menjalani hubunganmu yang sekarang. Dampaknya bisa ke tidak marah atau buruk, tergantung sifatnya sendiri.

Misal ibumu dulu termasuk orang yang cukup posesif dengan pasangan. Maka akan ada kemungkinan, sifat itu diwariskan. Makanya jangan heran kalau sekarang kamu juga mirip-mirip ibumu dalam memperlakukan pasangan.

2. Nah kalau sekarang dalam hubunganmu berlipat-lipat bertengkarnya, kemungkinan gede ibumu dulu juga serupa

Dilansir dari Elitedaily, sebuah studi tentang Marriage & Family Review menyebutkan bahwa ibu yang dulu mengalami konflik level agung di dalam kisah cinPerbincangan saat itu juga menimbulkan kemungkinan akan berdampak pada hubunganmu yang sekarang. Konflik level agung dalam hubungan ini seperti bertengkar, terlibat permakeliruan finansial dengan pasangan, sampai berpisah secara tidak saling menolong-saling menolong dengan pasangannya dulu.

Maka dari itu, kalau sekarang hubunganmu lebih sering bertengkarnya daripada sayang-sayangan, ada kemungkinan bahwa ibumu sempat mengalaminya saat itu. Bukan bermaksud menyalahkan ibu ya, tapi pola pjadwaln seperti ini tanpa sadar juga turut diwariskan.

3. Pun saat mendengar cerita ibu tentang masa pacarannya dulu, kamu akan menangkapnya dan menjadikannya patokan dalam menjalin hubunganmu

Kalau punya pacar cuek ya kamu perlu sabar. Bapakmu dulu juga gitu. Kalau ibu nggak sabar, mana mungkin kami bisa sampai menikah dulu~

Sesekali waktu, ibumu pasti pernah curhat tentang zaman-zaman beliau masih pacaran dulu. Meski sambil mendengarnya kamu menahan Gelak karena aksinya tidak pas sekali dengan zaman sekaran, tapi tanpa sadar kamu mengingat-ingat juga apa yang ibumu ceritakan itu. Misalnya saat ibumu masih pacaran dulu, bapakmu termasuk orang yang cuek. Saat ibu bercerita kamu jelas tertarik karena saat ini kamu juga tengah mengalami hal yang pas. Nah dari cerita ibumu itulah kamu diam-diam mengamini apa yang dulu beliau lakukan. Dampaknya apa yang ibumu katakan itu kamu jadikan patokan untuk menjalani hubunganmu yang sekarang.

Kalau ibu bisa langgeng cocok cowok cuek macam bapak, aku juga layaknya bisa!

4. Sebab anak adalah peniru paling ulung. Tiap gerak gerik ibumu, tanpa sadar kamu adopsi dan terapkan pada keseharian. Termasuk dalam menjalani hubungan

Mungkin kamu sempat dengar istilah bahwa anak itu peniru paling ulung. Makanya kalau ada anak tipis di rumah, ibumu selalu berpesan agar kamu jaga sikap. Semua dilakukan agar anak tipis tersebut meniru sikapmu yang baik-baik saja. Namun ternyata kamu pun masih melakukan seperti apa yang anak tipis lainnya lakukan. Hanya saja apa yang kamu tiru dan adopsi dari ibumu sudah terfilter dengan logikamu. Lalu menerapkannya saat kamu menjalani hubungan dengan pacarmu.

Hasil studi dari Ohio State University juga mengatakan bahwa selain diwarisi, seorang anak juga mampu meniru sifat ibu mereka. Sifat-sifat itulah yang kemudian digunakan dalam masa menjalin hubungan.

5. Hal ini juga membuktikan kalau membukaan ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’ itu adil adanya. Buktinya hubunganmu sekarang mirip-mirip dengan punya ibumu dulu

Mulai dari pewarisan sifat lewat gen, mendengarkan curhatan ibu dari zaman dulu, sampai mengadopsi sifat-sifat ibu selama pjadwaln adalah bukti bahwa menyingkapan buah jatuh tak jauh dari ibunya memang tepat. Kalau dulu ibumu dulu termasuk orang yang mudah cemburu, selantas ada kemungkinan kamu yang sekarang juga bisa seperti itu. Pun kalau dulu ibumu mampu bertahan dari susahnya LDR-an. Di masa sekarang kamu juga punya kesenggangan untuk sukses LDR-an.

Meski hubunganmu yang sekarang bisa dipengaruhi oleh kisah cinta ibumu zaman dulu, tapi akan tetap ada aspek lain di dalamnya. Masih ada kemungkinan pola hubunganmu yang sekarang tidak dipengaruhi oleh hal itu. Tulisan ini cuma ingin memberikenalmu bahwa apa yang kamu lakukan sekarang, punya andil dalam hidup anak-anakmu menasal.

Jadi hati-hati dalam bersikap ya. Nggak mau kan kalau nanti anakmu mewarisi sifatmu yang aneh-aneh selama pacaran ????