breaking news New

MAKNA DI BALIK PROSESI PALANG PINTU TRADISI ADA PERNIKAHAN BETAWI

Palang pintu mempunyai arti sebagai tradisi untuk membuka penghalang yang diwakili seseorang atau lebih agar dapat masuk ke suatu daerah. Tradisi ini biasanya dipakai pada acara perkawinan atau acara umum. Meski identik dengan acara pernikahan, Palang Pintu juga bisa digunakan untuk acara lain seperti penyambutan tamu dan peresmian kantor. Palang pintu menggabungkan seni beladiri dengan seni sastra pantun. Tradisi Palang Pintu dianggap berasal dari Betawi Tengah dan Betawi Kota. Sementara itu, Betawi Pinggiran menyebut tradisi Palang Pintu dengan julukan Rebut Dandang.

Dalam bahasa Betawi, palang artinya penghalang agar orang atau sesuatu tidak bisa masuk atau lewat. Artinya, tradisi Palang Pintu dimaksudkan agar pihak mempelai laki-laki membuka pintu restu dari mempelai perempuan.


Dalam prosesi Palang Pintu, akan diselenggarakan laga bela diri silat, adu pantun, serta pembacaan Al-Quran dan salawat. Ketiga aksi itu memiliki simbol masing-masing bagi kelangsungan keluarga yang akan dibangun oleh kedua pasangan.

1. Pertama, Adu Silat
Dimaksudkan agar pihak laki-laki, yang dalam adat Betawi berfungsi sebagai kepala keluarga, harus memiliki kemampuan menjaga dan melindungi keluarganya dari marabahaya.

2. Kedua, keterampilan berpantun
Bermakna bahwa laki-laki harus dapat menghibur keluarganya agar ceria dan bahagia. Selain itu, adu pantun juga sebagai lambang diplomasi dari pihak laki-laki untuk mencapai kata mufakat dengan keluarga perempuan.

3. Ketiga, pembacaan Al-Quran dan salawat
Bermakna bahwa pihak laki-laki harus bisa menjadi imam yang baik bagi keluarganya, paham agama, dan menuntun anak-istrinya dalam kebaikan.

Tradisi palang pintu menyimbolkan ujian yang harus dilalui mempelai laki-laki untuk meminang pihak perempuan. Jawara dari daerah asal laki-laki harus bisa mengalahkan jawara yang berasal dari daerah tempat tinggal perempuan. Hal ini sesuai dengan pelaksanaannya di mana rombongan mempelai laki-laki harus melewati hadangan tantangan yang diberikan oleh pihak perempuan. Sementara itu, berbalas pantun dimaknai sebagai manifestasi dari diplomasi. Palang Pintu juga berfungsi untuk mendekatan hubungan antarkampung dan antarkeluarga.