Macam-Macam Tingkatan Status Sosial Ekonomi

Ilustrasi social class pyramid Ilustrasi social class pyramid

Secara garis besar, status sosial ekonomi telah menjadi sebuah posisi yang mana ditempati oleh setiap individu ataupun keluarga yang memang mencakup atas ukuran rata-rata yang berlaku. Seperti : kepemilikan kultural - perolehan penghasilan yang efektif - kepemilikan barang - hingga berpartisipasi langsung di dalam suatu aktivitas kelompok daripada komunitasnya, ( menurut Kaare 1989 ). 

Sedangkan pendapat dari Nasution dan juga Nur pada tahun 1986, membawa kalian semua pada pendapat bahwa status sosial ekonomi merupakan suatu tingkatan yang mana dimiliki langsung oleh seseorang yang mana didasari oleh kemampuan mereka di dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya saja dari penghasilan setiap hari / bulan / tahun, sehingga peranan status sosial ekonomi ini tercipta pada lingkungan maupun struktur masyarakat. 

Status Sosial Ekonomi

Bisa dilihat langsung dari tinggi rendahnya prestise yang telah dimiliki oleh seseorang, semua itu didasari atas kedudukan yang sudah mereka pegang di dalam suatu masyarakat. Terlebih lagi semua itu memang berdasarkan daripada pekerjaannya demi bisa memenuhi kebutuhan atau sebuah keadaan, yang mana menggambarkan posisi dari suatu keluarga yang dilandasi oleh kepemilikan materi. 

Status sosial ekonomi seseorang juga bisa dengan mudah didasari oleh beberapa unsur, seperti : kepentingan manusia dalam kehidupannya dan kepentingan status dalam kehidupan bermasyarakat. Misal : dilihat dari status pekerjaan, status kekerabatannya, jabatan yang dipegang sampai status agama yang dianut juga pasti diperhatikan. Tak hanya itu saja, status sosial ekonomi juga memiliki beberapa tingkatan yang wajib kalian ketahui. Seperti halnya tingkatan status ekonomi yang sudah dikemukakan oleh Sunarto pada tahun 2004. 

Tingkatan Status Sosial Ekonomi Menurut Ahli

Berikut ini adalah beberapa tingkatan status sosial ekonomi di masyarakat menurut Sunarto, mulai dari : 

Strata Sosial Ekonomi Kelas Atas 

Kelas atas atau bisa disebut dengan upper class, dimana strata ini pada umumnya terdiri dari orang-orang kaya layaknya konglomerat, kelompok eksekutif, dan lain sebagainya. Khusus untuk kelas ini, pastinya segala jenis kebutuhan hidup akan dengan mudah terpenuhi. Memang, kelas atas sendiri sudah dikenal sebagai suatu golongan keluarga atau kehidupan rumah tangga yang terhitung serba berkecukupan dalam hal apapun. Misalnya : untuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier pastinya lancar bagi golongan upper class. Atau bisa dikatakan juga, semua golongan upper class pastinya memiliki kemampuan jauh lebih baik dalam perihal ekonomi. Yang pastinya, akan melebihi kebutuhan hidupnya melalui harta kekayaan jauh lebih banyak lagi. 

Strata Sosial Ekonomi Kelas Menengah 

Setelah upper class, kini masuk ke dalam strata ekonomi kelas menengah atau bisa disebut dengan middle class. Pada umumnya, kelas ini identik sekali dimiliki oleh para profesional maupun para pemilik toko hingga bisnis yang masih kecil. Perihal tingkatannya, biasa ditempati oleh orang-orang yang hidupnya sedang-sedang saja. Kelas menengah atau middle class yang memang memiliki kemampuan di bawah tinggi atau diatas rendah, maupun arti lainnya orang yang hidup berkecukupan ( tidak berlebih dalam hal apapun ) senantiasa cukup untuk bisa memenuhi setiap kebutuhan yang telah disesuaikan dengan kemampuan mereka masing-masing. Penduduk dengan tingkat ekonomi sedang, pendapatannya pasti berada di bawah tinggi dan senantiasa diatas rendah atas pendapatan nasionalnya. 

Strata Ekonomi Kelas Bawah

Terakhir adalah strata kelas bawah atau dikenal dengan lower class. Dimana untuk golongan kali ini, mereka adalah orang-orang yang memang senantiasa mendapatkan atau menerima sesuatu sebagai imbalan terhadap kinerja mereka, yang mana jumlahnya sendiri jauh lebih sedikit daripada kebutuhan pokok mereka sehari-hari. Nah, biasanya yang termasuk golongan ini adalah orang yang tidak mampu atau dikenal dengan sebutan orang miskin.

Menurut website kajianpustaka.com, yang termasuk di dalam golongan kelas bawah atau lower class ialah pembantu rumah tangga, pengangkut sampah, dan lain sebagainya. Mereka yang termasuk dalam golongan berpenghasilan rendah biasanya mendapatkan penghasilan dengan perhitungan jauh lebih rendah dibanding dengan adanya kebutuhan minimal yang seharusnya dipenuhi oleh mereka. Perihal penghasilan yang dimaksud adalah penerimaan berupa uang maupun barang, baik dari pemberian pihak lain / hasil jerih payah sendiri. 

Kurang lebih itulah berbagai macam pengetahuan tentang strata sosial ekonomi dalam kehidupan seseorang di lingkungan masyarakat. Untuk kelengkapan lainnya, meliputi ukuran strata sosial ekonomi (ukuran kekayaan, kekuasaan, kehormatan, sampai dengan ilmu pengetahuan)