Sehat Finansial - Definisi dan Cara Mengukur serta Meningkatkannya

sehat secara finansial sehat secara finansial
Sehat finansial adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan seseorang. Secara umum sehat finansial ditandai dengan pendapatan stabil, jarang terjadi perubahan pengeluaran, pengembalian investasi yang kuat, dan saldo khas terus mengalami peningkatan. Bagaimana cara mengukur dan meningkatkan keuangan yang sehat? Jawabannya, simak ulasan berikut ini. Memahami Sehat Finansial Pakar keuangan telah menyusun pedoman secara garis besar untuk setiap indikator sehat finansial, tapi setiap orang memiliki indikator berbeda. Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk mengembangkan rencana keuangan pribadi dengan tujuan memastikan bahwa berada di jalur yang tepat menuju pencapaian sasaran, serta mengukur menempatkan diri pada resiko keuangan tidak semestinya jika terjadi hal tidak terduga. Mengukur Sehat Finansial Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sehat finansial, mungkin ada gunanya bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan seperti berikut ini: Seberapa siap menghadapi kejadian tak terduga? Apakah sudah memiliki dana darurat? Berapa kekayaan bersih yang dimiliki? Apakah bersifat positif atau negatif? Apakah ada hal-hal yang diinginkan dalam hidup? Bagaimana dengan hal tersebut, apakah suatu keharusan atau hanya keinginan? Apakah memiliki hutang dengan bunga tinggi? Apakah sudah aktif menabung untuk masa pensiun? Apakah sudah berada di jalur yang tepat untuk memenuhi tujuan jangka panjang tersebut? Apakah memiliki perlindungan asuransi yang cukup? Menentukan Sehat Finansial Kesehatan finansial dapat diukur dengan beberapa cara. Tabungan seseorang dan kekayaan bersih keseluruhan mewakili sumber daya moneter yang mereka miliki untuk digunakan saat ini atau di masa mendatang. Hal ini dapat dipengaruhi oleh hutang, seperti kartu kredit, hipotek, serta pinjaman mobil dan pelajar. Sehat finansial bukanlah angka statis, tapi dapat berubah berdasarkan likuiditas dan aset individu, serta fluktuasi harga barang dan jasa. Misalnya, pendapatan seseorang mungkin konstan sementara harga bensin, makanan, hipotek, dan biaya kuliah bisa meningkat. Terlepas dari kondisi kesehatan keuangan awal yang baik, seseorang dapat kehilangan pijakan dan jatuh ke dalam penurunan jika mereka tidak mengimbangi kenaikan harga barang. Tanda-tanda umum sehat finansial mencakup aliran pendapatan stabil, jarang terjadi perubahan pengeluaran, pengembalian kuat atas investasi, serta saldo kas bertambah dan terus berada di jalur yang tepat terus menerus. Meningkatkan Sehat Finansial Untuk meningkatkan sehat finansial, pertama-tama harus melihat dengan realistis kondisi saat ini. Hitung kekayaan bersih termasuk semua kebutuhan, seperti rekening pensiun, kendaraan, dan aset lainnya. Berikut ini cara meningkatkan sehat finansial: Buat anggaran dengan cermat dan mematuhinya secara konsisten. Hindari gaya hidup merayap, yaitu mengeluarkan banyak uang ketika menghasilkan lebih banyak uang. Membangun dana darurat dapat meningkatkan kesehatan keuangan secara material. Tabungan tersebut ditujukan untuk pengeluaran tidak terduga, seperti perbaikan mobil atau kehilangan pekerjaan. Sasarannya, memiliki biaya hidup untuk tiga hingga lima bulan ke depan. Melunasi hutang dengan metode yang cocok dengan kondisi saat ini. Tips Sehat Finansial Mempertahankan keuangan pribadi dalam kondisi prima tidak selalu mudah. Sebagian besar orang terjebak dalam menjalani hidup. Namun, berikut ini adalah beberapa tips untuk meningkatkan dan menjaga sehat finansial: Otomatiskan pembayaran tagihan dan tabungan. Pengeluaran untuk asuransi, langganan TV kabel, listrik, dan biaya berulang lainnya. Gunakan metode penganggaran seperti 50/30/20. Artinya, untuk kebutuhan sehari-hari 50%, keinginan 30%, menabung 20% dari penghasilan. Cobalah untuk membatasi pengeluaran untuk perumahan tidak lebih dari 40% dari penghasilan. Investasi lebih awal dan sering. Misalnya, masukkan 10% - 15% dari penghasilan ke dalam dana pensiun. Sehat Finansial dalam Bisnis Sehat finansial dalam bisnis dapat diukur dengan faktor-faktor yang sebanding untuk menilai kelayakan perusahaan sebagai kelangsungan usaha. Misalnya, jika memiliki pendapatan masuk dan uang tunai di bank, tapi menghabiskan sumber dana untuk investasi baru dalam peralatan produksi, ruang kantor, karyawan baru, dan layanan bisnis lainnya. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan tentang sehat finansial dalam jangka panjang dan kelangsungan hidup perusahaan. Apabila lebih banyak uang yang dibelanjakan tidak berkontribusi pada stabilitas keseluruhan dan potensi pertumbuhan bisnis. Hal ini dapat menyebabkan penurunan yang membuat sulit untuk membayar biaya rutin, seperti gaji karyawan dan utilitas. Selanjutnya, terpaksa dilakukan pembekuan atau pemotongan gaji karyawan agar perusahaan dapat meneruskan operasinya. Sehat finansial pada dasarnya merupakan evaluasi kemampuan seseorang untuk menangani kebutuhan dan keinginan. Untuk meningkatkannya dapat dilakukan beberapa cara, antara lain membuat anggaran, membangun dana darurat, dan melunasi hutang.